Tuesday, October 20, 2015

PENGERTIAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA OLEH PARA AHLI PENDIDIKAN

                  Aktivitas Belajar
Salah satu kunci keberhasilan belajar yang dilakukan oleh siswa adalah aktivitas yang menunjang dalam segala aspek kegiatan belajar di dalam maupun di luar kelas melalui panduan pendidik.  Aktivitas siswa dalam pembelajaran merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam menentukan efektif atau tidaknya suatu pembelajaran.  Menurut teori kognitif (Dimyati, 1999:44), belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa mengolah informasi yang kita terima, tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi.

Dalam teori tersebut anak memiliki sifat aktif, konstruktif, dan mampu merencanakan sesuatu. Anak mampu untuk mencari, menemukan, dan menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. 

Sardiman (2001:93) telah mengungkapkan bahwa pada prinsipnya belajar adalah berbuat.  Berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan selama hal itu positif bagi perkembangan karakter maupun tingkat kelimuan tertentu.  Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas.  Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam interaksi belajar mengajar”. 

Menurut pendapat Sardiman di atas, guru diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.Selain itu, Slameto (2003:36) mengatakan bahwa dalam pembelajaran guru perlu menimbulkan aktivitas siswa dalam berpikir maupun berbuat.  Penerimaan pelajaran dengan aktivitas akan membuat siswa berpikir dan kemudian mengeluarkan kembali dalam bentuk berbeda.  

Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran akan memberi manfaat bagi siswa, seperti yang telah dikemukakan oleh Djamarah (2000:67) bahwa belajar sambil melakukan aktivitas lebih banyak mendatangkan hasil bagi anak didik, dikarenakan kesan yang didapatkan oleh anak didik lebih tahan lama tersimpan di dalam benak anak didik.

Menurut pendapat Djamarah di atas, belajar dengan melakukan aktivitas akan lebih berguna dan tidak mudah dilupakan oleh siswa. Senada dengan hal tersebut, Gie (1985:6) mengungkapkan bahwa keberhasilan siswa dalam belajar tergantung pada aktivitas yang dilakukannya selama proses pembelajaran. Aktivitas belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas secara sadar yang dilakukan seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya, berupa perubahan pengetahuan atau kemahiran yang sifatnya tergantung pada sedikit banyaknya perubahan. Proses aktivitas pembelajaran harus melibatkan seluruh komponen psikofisis peserta didik, baik jasmani maupun rohani sehingga akselerasi perubahan prilakunya dapat terjadi secara cepat, tepat, mudah, serta benar, baik berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Aktivitas dalam belajar dapat memberikan nilai tambah (add value) bagi peserta didik, berupa hal-hal berikut:
1.      Peserta didik memiliki kesadaran (awareness) untuk belajar sebagai wujud adanya motivasi internal (driving force) ntuk belajar sejati.
2.   Peserta didik mencari pengalaman dan langsung mengalami sendiri, yang  dapat memberikan dampak terhadap pembentukan pribadi yang integral.
3.   Peserta didik belajar dengan menurut minat dan kemampuannya.
4.    Menumbuhkembangkan sikap disiplin dan suasana belajar yang demokratis di kalangan peserta didik.
5.   Pembelajaran dilaksanakan secara konkret sehingga dapat menumbuh     kembangkan pemahaman berpikir kritis serta menghindarkan terjadinya  verbalisme.
6.      Menumbuhkembangkan sikap kooperatif dikalangan peserta didik sehingga sekolah menjadi hidup, sejalan, dan serasi dengan kehidupan masyarakat disekitarnya (Hanafiah, 2009:23-24).

Dierich yang dikutip Hamalik (dalam Hanafiah 2009:24-25) mengungkapkan bahwa aktivitas belajar dibagi ke dalam delapan kelompok besar, yakni sebagai berikut:
1.    Kegiatan-kegiatan visual, yaitu membaca, melihat gambar-gambar, mengamati, eksperimen, demonstrasi, pameran, dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.
2.   Kegiatan-kegiatan lisan (oral), yaitu mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, berwawancara, diskusi dan interupsi.
3.   Kegiatan-kegiatan mendengarkan, yaitu mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan, atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan, atau mendengarkan radio.
4.   Kegiatan-kegiatan menulis, yaitu menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan copy, membuat outline atau rangkuman, dan mengerjakan tes, serta mengisi angket.
5.   Kegiatan-kegiatan menggambar, yaitu menggambar, membuat grafik, chart, diagram, peta, dan pola.
6.   Kegiatan-kegiatan metrik, yaitu melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, serta menari dan berkebun.
7.   Kegiatan-kegiatan mental, yaitu merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisa faktor-faktor, melihat hubungan-hubungan, dan membuat keputusan.
8.   Kegiatan-kegiatan emosional, yaitu minat, membedakan, berani, tenang, dan lain-lain.


Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa aktivitas belajar adalah rang­­kaian kegiatan yang dilakukan siswa dalam mengikuti pembelajaran se­hingga menimbulkan perubahan perilaku belajar pada diri siswa, misal­nya dari tidak tahu menjadi tahu atau dari tidak mampu melakukan kegi­atan menjadi mampu melakukan kegiatan.

No comments:

Post a Comment