Wednesday, November 2, 2011

PASSION AND COMPASSION


BY: TIM KREATIF PENERBITAN DAN MEDIA ISLAM FPPI 

Salam bahagia untuk pembaca setia portal blog kami ini
Baiklah pada kesempatan ini kami akan berbagi motivasi biar menambah semangat rekan-rekan semua :)

Bisa Anda bayangkan, tidak ada manusia yang sempurna, sebuah ungkapan yang benar adanya. Manusia memang adalah makhluk yang paling mulia, namun bukan berarti sempurna. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, bahkan Rasulullah pun masih memiliki kekurangan (apalagi kita). Menilik kepada diri sendiri, terkadang seseorang tidak dapat membaca kelebihan ataupun kekurangannya. Yah memang di luar itu semua butuh waktu untuk bisa memahami diri sendiri. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada orang yang bisa melihat bahkan memanfaatkan kelebihan dan kekurangannya. Ketika ada orang-orang yang seperti itu, maka hampir bisa kita pastikan kelak ia akan menjadi orang sukses.

Orang yang memiliki banyak kelebihan maka ia pun akan memiliki kepercayaan diri serta rasa optimis yang tinggi. Tetapi berseberangan dengan hal itu, jika seseorang merasa dirinya banyak kekurangan maka yang timbul adalah rasa rendah diri dan pesimis. Ya setidaknya itulah teori dasar dari Passion dan Compassion, yang memiliki kepercayaan dan optimis disebut passion sedangkan yang rendah diri dan pesimis disebut compassion. Dari penjelasan tersebut, dapat dilihat bahwa keduanya sangat bertentangan. Tapi mau tidak mau kita harus mengakui kalau passion dan compasion sangat berhubungan erat, bahkan tidak dapat dipisahkan. Begini saya beri contoh kalau sesuatu yang bertentangan justru tidak bisa terpisahkan, laki-laki dan perempuan  jelas sangat berbeda namun tidak bisa dipisahkan (apabila sudah berada di bawah naungan cinta, ehem), kertas berwarna putih selalu digoresi tinta berwarna hitam, dan masih banyak lagi. Pun halnya dengan passion dan compassion yang ada pada diri seseorang tidak boleh dipisahkan. Apabila kamu hanya menampakkan passion saja, yang ada pada dirimu seolah sosok yang sombong dan berlebihan. Oleh karena itu diperlukan sisi compassion agar sosok yang meninggikan diri itu bisa ditekan, sehingga kamu akan terlihat sebagai sosok yang mendekati sempurna (ingat tidak ada manusia yang sempurna).

Oke... sepintas kamu sudah mengerti tentang konsep passion dan compassion. Dan bisa saya tebak kamu langsung bertanya-tanya, “Bagaimana caranya agar saya memiliki sikap passion dan compassion?” Mari kita mulai dari passion, yang kamu ketahui tentang passion dari penjelasan di atas adalah sikap optimis, percaya diri, dan penuh semangat. Memiliki sikap passion bukanlah hal mudah, dibutuhkan penanaman sikap tersebut melalui proses yang tidak sebentar. Orang sukses adalah orang biasa, yang memiliki keteguhan hati yang LUAR BIASA. Ya keteguhan hati adalah salah kunci kesuksesan yang dimiliki rakyat Cina,  sikap ulet, pantang menyerah, prinsip, dan kemauan yang besar adalah beberapa kunci lainnya. Yang Yuanging, Chairman Lenovo telah membuktikannya. Setiap malam ia selalu tidur larut malam, hingga beberapa orang yang melintasi rumahnya bertanya-tanya kenapa pemuda yang ada di kamar itu selalu begadang. Kalau Yang Yuanging ingin menjawabnya, maka yang akan ia jawab adalah “impian”. Ya, begitu ulet dan gigihnya ia dalam mengejar impian sehingga ia disebut sebagai Bill Gates-nya Asia. Itulah sikap passion, ketika kita memiliki impian maka sikap pantang menyerah bahkan hingga terkesan berlebihan pun dilakukan. Kuncinya adalah “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kecuali menghidupkan orang mati”. Sedikit mengutip dari prinsipnya Andrie Wongso bahwa Succes is My Right, sukses adalah hak saya. Setiap dirimu memiliki hak untuk sukses, kamu memiliki kesuksesan tersendiri hanya bagaimana kamu mau mengambilnya. Maka yang kamu perlukan adalah passion. Kalau sikap ini telah tertanam pada diri kita, maka selanjutnya bangun jiwa compassion. Ada kata mutiara yang berbunyi “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Namun sampai saat ini belum ada yang sampai menuju puncak langit. Kalau kamu berada di luar angkasa itu juga termasuk langit, pertanyaannya astronot mana yang menemukan jalan buntu di luar angkasa? Itulah terkadang seseorang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dicapainya, karena impian manusia setinggi langit yang seolah tak terbatas.

Sehebat atau sesukses apapun kamu, milikilah sikap compassion (rendah diri) karena itu sangat penting dan bahkan bukan tidak mungkin akan menambah kesuksesanmu. Belajar dari seorang Bob Sadino yang merupakan ‘pentolan’ dari Raja Property “Agung Sedayu Group”, dengan kekayaan yang tidak habis tujuh turunan Pak Sadino tidak neko-neko. Ia bahkan kerap kali mengenakan celana pendek dan kaos biasa ketika menghadiri undangan, bukan bermaksud nyeleneh tapi justru menunjukkan bahwa punya uang bukan berarti punya segalanya. Bahkan Rasulullah ketika menikah maharnya 500 unta merah, asal tahu saja satu unta merah setara dengan mobil BMW saat ini. Bayangkan sekaya dan sesukses apa Rasul kala itu, tapi toh kehidupannya biasa-biasa saja. Bahkan terkadang beliau tidak memiliki makanan hingga akhirnya berpuasa. Sikap seperti itulah yang membuat Rasul meski tidak berharta tetapi begitu dihormati.

Itulah passion dan compassion yang tidak boleh terpisahkan. Kamu boleh saja bermimpi punya IP 4 dan menjadi sukses, namun apabila itu tercapai maka jangan biarkan dirimu terjerumus dalam kesombongan. Bagikan semangat hidupmu pada orang lain, kalau kamu ingin pintar maka jadilah orang pintar bersama teman-temanmu yang lain, jika ingin sukses maka sukseslah bersama teman-temanmu yang lain, pun kalau mau masuk surga masuklah bersama teman-teman yang lain. Jangan merasa ingin sukses sendiri karena yang seperti itu bukan kesuksesan yang hakiki. Maka sikap rendah diri dan merasa sama dengan yang lain (dalam hal materi) adalah kuncinya. Semangatlah dalam meraih impian dan bersabar serta rendah hati dalam mempertahankannya.

No comments:

Post a Comment