Wednesday, November 2, 2011

Melejitkan "IMPIAN" dengan "OTAK KANAN"

BY: TIM KREATIF PENERBITAN DAN MEDIA ISLAM FPPI


Salam bahagia untuk kita sekalian :)
Baiklah pada kesempatan ini kami akan berbagi motivasi kepada rekan2 semua.



<Silahkan dibaca>


Semua orang punya impian, saya yakin akan hal itu. Yah, setidaknya Anda pun meyakininya juga. Mari kita gali lagi impian kita, apakah hal itu sudah terwujud atau belum? Mungkin diantara kamu ada yang memiliki impian mendapatkan IP 4,oo pada semester ganjil kemarin. Wow! Ya sah-sah saja kalian punya impian yang sebegitu muluknya, hei... jangan tersinggung dulu saya juga memimpikan hal itu. Kalau kalian juga sama bagaimana hasilnya? Tercapai, mendekati, atau jauh sama sekali? Tapi tidak perlu khawatir masih ada semester-semester yang lain untuk menggapainya. Nah, saya akan berbagi tentang bagaimana kita dapat meraih impian-impian dengan cara yang LUAR BIASA.... atau kalau langsung kongkretnya dengan OTAK KANAN.
Sedikit mengutip judul lagunya L’Arc-en-Ciel yaitu “My Heart Draws a Dream”, Hati Kita Menggambarkan sebuah Mimpi. Ya, pada dasarnya impian itu datangnya dari hati sehingga impian lebih dekat daripada cita-cita. Masih bingung??? Oke contonya seperti ini, seandainya saya tanya apa cita-cita kamu? Maka kemungkinan kamu setidak-tidaknya akan menjawab Guru atau Dosen (tolong jangan protes). Jawaban itu terlontar lantaran kamu pada saat ini kuliah di FKIP (mohon maaf apabila yang membaca dari fakultas lain), artinya yang berperan adalah pikiran dan logika kita. Namun lain halnya apabila seperti ini, saya pernah merasa kagum dengan sosok Presiden Mahasiswa kala itu karena pribadinya yang bijak dan pembawaannya yang kalem. Maka dari situ saya bermimpi menjadi Presiden Mahasiswa (meski sekarang tidak terlalu antusias). Nah.. yang menjadi pertanyaan adalah kelak akan menjadi guru terlebih dahulu atau presiden mahasiswa? Saya rasa kamu bisa menjawabnya. Itulah kenapa impian lebih dekat daripada cita-cita. Oke.. saya anggap kita sudah kelar membedakan cita-cita dan impian, dan saya akan lebih menekankan pada yang namanya impian.
Jangan pernah sekali pun kamu meremehkan impian yang sempat terbesit di hatimu. Karena kamu harus menyadari betapa besarnya kekuatan sebuah impian. Kamu tahu Adam Khoo? Dia adalah seorang pengusaha, motivator dan konsultan bisnis sukses asal Singapura. Penghasilannya sudah Miliyaran (kalau dirupiahkan), tapi tahukah Adam Khoo pada masa kecilnya sama sekali tidak terlihat berpotensi bahkan dikenal sebagai maniak game dan penghuni juru kunci di kelasnya (alias bego). Suatu saat dia dengan sendirinya maju ke depan kelas sembari membawa sepucuk kertas, lalu tanpa disangka dia membacakan isi kertas tersebut dimana kertas itu berisi semua impiannya. Beberapa impiannya adalah ia ingin menjadi pengusaha dengan penghasilan US$ 2.000/bulan dan berkeliling dunia. Seketika teman-temannya tertawa dan mencibir Khoo pada saat itu juga, ya bayangkan saja mana mungkin ‘tukang main game’ dan peringkat 5 terbawah di kelas bermimpi segitu muluknya. Namun apa yang terjadi saat ini, mungkin Adam Khoo lah yang pantas tertawa dan mencibir teman-temannya lantaran ia sudah sukses dan melampaui yang lain. Itulah kekuatan sebuah impian, jangan melihat saat ini kita siapa atau orang yang bagaimana. Ketika kamu punya impian maka yakini hal itu kelak akan tercapai, kalau kata Mas Ippho Santosa (pakar otak kanan) Dream ‘n Action, bermimpi dan lakukanlah.
Oke... saat ini saya yakin kamu sudah mulai memunculkan kembali impian-impian yang sempat tenggelam dan impian-impian yang baru. Sekarang coba flashback impian-impian kamu yang sudah tercapai, pastinya akan menyenangkan memikirkan hal itu. Nah sekarang buatlah bagaimana hatimu dalam keadaan senang, penuh motivasi dan keyakinan dalam meraih impian. Karena dengan begitu otak kanan akan lebih aktif daripada otak kiri, kalau perlu disokong dengan lantunan musik dan sering bermain desain grafis. Kalau hal tersebut sudah dilakukan pasti kamu akan menjadi orang yang senang berkhayal alias penuh impian. Kamu serasa memiliki dunia sendiri, dimana kamu akan sering memposisikan diri kamu menjadi apapun yang kamu inginkan. Ketika itu apapun impian yang muncul dari hati kita akan terekam dalam otak kecil, sehingga apapun aktivitas yang kita lakukan akan mengarah kepada impian tersebut. Ketika baru masuk kampus, saya pernah bermimpi untuk menjadi sosok yang dikenal dan tidak lama kemudian saya menjadi King IPS (wuih pede). Lalu ketika Presiden Mahasiswa kala itu menjadi moderator debat kandidat Walikota Bandar Lampung dan saya berfikir akan sangat menyenangkan apabila saya juga bisa seperti itu, maka tiga minggu kemudian saya menjadi moderator debat kandidat Gubernur BEM FKIP (ya jadi lah). Dan pada saat ada Inspiring Motivation, teman sejawat saya yang dari FISIP menjadi MoT (Master of Trainer) dan saya berkata dalam hati “suatu saat saya juga akan seperti dia”, maka jadilah pada saat Stadium General FKIP saya sebagai MoT-nya. Saya pun memimpikan IP 4 dan semester kemarin impian itu hampir tercapai yaitu 3,91 (Alhamdulillah).
Itu adalah beberapa impian saya yang telah terwujudkan, masih banyak impian yang saya inginkan seperti, saya ingin membangun setidaknya 5 macam usaha semasih menjadi mahasiswa, memiliki sebuah mobil dalam waktu 5 tahun ke depan, pergi ke Jepang meski masih menyandang status sebagai mahasiswa, naik haji sebelum berusia 30 tahun, dan masih banyak lagi. Mungkin orang akan berkata “Gila... atau Ni orang kebanyakan maunya”, tapi biarlah toh itu hanya impian dimana tidak ada seorangpun yang menuntut untuk diwujudkan, tapi yang saya yakini adalah apabila satu saja dari impian saya itu terwujud maka orang akan melihat saya sebagai sosok yang sukses. Itulah kekuatan dari sebuah impian, kuncinya adalah bagaimana kita mengaktifkan fungsi manusia yang tidak puas dengan segala sesuatunya (tapi harus dalam hal positif). Percayalah! Apabila ingin masuk surga jangan puas kalau hanya melaksanakan shalat 5 waktu saja, tambah dengan shalat sunah, puasa sunah, baca Al Quran, dan shalat tahajud. Kalau selama ini kamu shalat tahajudnya 4 raka’at tambah menjadi 16 raka’at, atau tetap 4 raka’at tapi durasinya ditambah menjadi 4 jam. Saya yakin kelak kamu akan masuk surga, percayalah... asal sampai menghembuskan napas terakhir kamu tetap seorang Muslim.
Sekali lagi saya tekankan, Dream ‘n Action bermimpi dan lakukanlah. Kalau saya yang memiliki tubuh pendek dan kecil, punya migran dan maag, serta daya tahan tubuh yang lemah ini bisa melakukannya apalagi kamu yang punya fisik sempurna. Percayalah... tidak ada di dunia ini yang tidak mungkin kecuali menghidupkan orang mati, kalau kamu bisa menghidupkan orang mati berarti kamu Nabi ke-26, he... bercanda. So, nampaknya kolom ini tidak bisa memuat semua yang ingin saya sampaikan, maka apabila kamu masih ingin berdiskusi atau sharing lebih lanjut dapat menghubungi saya di nomor 0898 8 074 470. Saya juga menantikan kisah kamu ke depan jika impian-impian itu sudah tercapai. Akhir kata pesan dari saya: “Konstruksi kesuksesan dibangun atas dasar MIMPI, diperkuat oleh tiang-tiang KEYAKINAN, diselimuti dinding PENGALAMAN dan JARINGAN, serta dilindungi oleh atap KEDEKATAN DENGAN YANG MAHA KUASA”.
Salam Semangat!

No comments:

Post a Comment