Friday, October 28, 2011

Setali Tiga Uang

Akulah manusia si makhluk  hilang
Yang sering disepelekan banyak orang
Karena diriku hanya cukup  jago kandang
Yang selalu merasa takut tuk bertandang
Yang selalu pesimis tuk menang
Sehingga kalahpun menjadi hal yang tak jarang

Aku punya hal indah yang tak senang
Takut yang tak kunjung hilang
Phobia yang selalu melayang
Semua itu inginku untukku tak kukenang
Dan bila teringat hanya membuatku garang
Menjadi goresan pukul maupun tendang

Suara manusia layaknya gendang
Dikedua telingaku selalu berdendang
Tak ada jeda tak ada rentang
Bahkan suaranya semakin lantang
Lalu pun terdengar sampai ke ujung seberang
Begitu pula menanyakan hidupku sekarang

Dengan hidupmu ini apakah kau tenang?
Jawabku cukup lalu lalang
Loncat sana sini seperti belalang
Itulah rahasia yang harganya larang
Yang tak baik tuk dibuka dengan sembarang
Bahkan oleh semua hulu balang

Selalu saja mereka tunjukkan tampang
Mendekat selalu layaknya ku bintang
Mencari nama seperti rasa sayang
Marahlahku dengan mereka orang
Sedikit perlahan kakiku bergoyang
Sayang sungguh tak kenaku, mereka tunggang langgang

Dengan luapan emosi dan cukup tercengang
Berfikirlah dengan aura sedang
Tak lebih juga tak akan kurang
Lalu kubukalah semua sarang
Agar bahagialah semua panglima perang
Cukuplah saja kubuka rahasia itu wahai abang

Itulah wanita berhati karang
Sebagai pengubah sangarku sekarang
Keraspun banyak yang hinggap semacam beronang
Tapi membuat takut manusia beruang
Dia tak butuh semua barang
Hanyalah cukup manusia bertulang

Aku pula merinding pula tertantang
Menjawab apa yang dia undang
Pergilah aku dengan pesawat terbang
Membawa pula seikat kembang
Ternyata hinggaplah seekor kumbang
Begitu kuberikan segera saja dia buang

Kupikir cinta akan segera datang
Nasibku hari itu sungguh malang
Dia memanggilku hanya untuk wajahku riang
Bukan untuk beberapa bawaanku semisal gelang
Dia malah selalu saja bilang
Jika ia telah punya cinta di awang-awang

Kalaupun begitu berarti cinta telah tercincang
Bagaikan gempa yang selalu mengguncang
Dan pacar yang kini hanya kan terbayang
Lagi pula kupasang status di Fb sebagai lajang
Dan semua tentang pacar yang telah kubuang
Lalu hanya dirikulah yang kuanggap paling kusayang

Tertidur pula terlentang
Kupikir pacar itu hal yang tajam layaknya parang
Yang hal seperti ini ‘kan selalu terulang
Tanpa adanya penjelasan panjang
Lalu dapatlah kujawaban setelah Sembahyang
Dan inilah intinya, “ Bila mencinta wanita marilah saja kita cepat meminang ”.

By: Hamadin (Bidang Penerbitan dan Media Islam) 
Baik pembaca sekalian, jangan berfikir negatif tentang puisi ini. Tapi yang jelas ambil saja hal positifnya. Karena kata penulis sendiri puisi ini dibuat khusus buat kalian yang udah pernah dihantui oleh virus merah jambu. Kata penulis juga gak penting tuh yang namanya "Cintrong" sebelum waktunya datang. Karena nih kata salah satu ustad SUKRI di bandar lampung, dia mengatakan bahwa, dengan cintrong-cintrongan, menuntut kemungkinan untuk melakukan zina hingga 99,9%. Naudzubillahimindzalik....
Oya gak perlu khuwatir gak dapaet jodoh, karena berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur'an mengatakan bahwa: " laki-laki baik hanya untuk perempuan-perempuan baik, dan perempuan2 baik hanya untuk laki-laki yang baik..
Berhati-hatilah temen2, OK?

No comments:

Post a Comment