Friday, October 28, 2011

Membangun Kelayakan Diri Untuk Surga


Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Saudaraku yang ku cintai karena Allah,
Ketahuilah bahwa sesungguhnya surga dan neraka adalah kepastian. Kematian, dan hari dimana kita dibangkitkan dan dihisap pun adalah sebuah kepastian. Lalu, kehidupan kita saat ini adalah sesuatu yang bersifat sementara. Fungsinya adalah untuk membuat sebuah puilihan dari akhir perjalanan hidup, yang setelah itu kita akan kekal disana (surga atau neraka).

Saudaraku yang indah senyumnya,
Setiap kita pasti menginginkan sesuatu yang baik di akhir perjalanan hidup ini. Di setiap kita menginginkan surga, tempat dimana para Nabi, Rasul, Syuhada, dan manusia-manusia yang taat kepada Allah berkumpul.
Lalu saat ini apakah yang sudah kita lakukan untuk mendapatkannya?
Apa yang sudah kita persembahkan kepada Allah agar Allah berkenan memberikan surga untuk kita?

Allah berfirman: “ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At taubah ; 111)

Dari firman tersebut maka marilah kita merefleksikannya pada diri kita masing-masing tentang apa yang telah kita lakukan agar kita layak untuk mendapatkan surga. Allah banyak sekali menjelaskan terkait siapa saja yang berhak masuk surga, contohnya di dalam QS. Al-mukminun: 1-11, QS. As-Shaff: 10-12, dan lain-lain.
Saudaraku yang teguh imannya,
Marilah mulai saat ini kita jadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup dan memperbanyak ibadah kita untuk membangun kelayakan diri mendapatkan “SURGA” dari ALLAH SWT.

Allahu’alam, semoga bermanfaat dan kita dipertemukan oleh Allah di Surga-Nya, Amin. Afwan minkum,

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment