Friday, October 28, 2011

Kita Kudu Berani Jadi Dermawan, Are You Ready???


Assalamualaikum,Wr.Wb

Senang sekali kami bisa berjumpa lagi dengan rekan2 pembaca setia blog ini :)
Kali ini kami akan memberikan tausiyah kepada diri penulis dan teman2 semua tentang mengapa kita harus mempunyai karakter sebagai seorang yang dermawan...

Dermawan, sebutan untuk orang yang selalu mendermakan sesuatu yang dimiliki, baik harta, waktu, tahta, dan jiwa untuk menegakan agama Allah, wajahnya selalu tersenyum menampakan kebahagian hati yang selalu bersyukur, tiada merasa hina dihadapan manusia dengan segala yang Allah berikan,  serta tiada pernah lega ketika ada seseorang yang kesusahan, dan akan selalu berusaha membantu orang lain agar tersenyum dan bersabar. 

Apakah jiwa kita takut mendapatkan gelar dari Allah dengan sebutan Dermawan? Tentunya tidak, dan apakah malu tampak cahaya ketika jiwa dan hati kita telah dipuji oleh Allah swt. Oleh para Malaikat selalu didoakan maka terang dan lapang menjalani perjuangan dikehidupan dunia.
Mau kaya, miskin, harta melimpah, dan gak punya apa-apa, tetep diri kita kudu berani jadi dermawan, kalau gak berani jadi dermawan ya gak usah menjadi insan yang  bertakwa. Karena dermawan adalah salah satu ciri orang-orang yang bertakwa. Dalam surat (Al-BAqorah ayat 2-3)
‘’ Kitab al-quran ini tidak ada keraguan di dalamnya , dan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.(2) yaitu orang-orang yang beriman kepada yang ghoib, melaksankan sholat dan menafkahkan sebagian harta yang telah Allah berikan(3).



Lalu, apa masih gak mau bertransaksi besar dengan Allah, surganya, kemulian di istananya yang disediakan bagi hambanya yang bertakwa.  dan perlu kita ingat bula suci ramadhan adalah ladang subur menumbukan pribadi dermawan,jiwa social misalnya memberikan sesuatu untuk orang yang berbuka, menyisihkan uang untuk membantu orang yang meminta, dan tetap kokoh dijalan Allah.
Karena dengan sifat dermawan yang dimiliki oleh setiap muslim maka tidak akan ada lagi yang merasa iri, dengki, sombong, takabur, dan ingkar janji antar sesama gara-gara harta, tahta dan kemuliaan dihadapan manusia. Nah, hari ini, sekarang dan masa yang akan datang, kita evaluasi (muhasabbah) masihkah ada sifat iri melihat orang bahagia, berbohong untuk menutupi kesalahan, ingkar janji untuk mendapatkan sesuatu, dan sombog demi mendapat jabatan.

Nah,, kalu mau jadi deramawan kudu berani menghilangkan sifat iri, dengki, ria,  sombong, takabur dan sifat-sifat tercela yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang munafik dan kafir. Dan tentunya berani bertransaksi besar dengan Allah demi mendapatkan kemuliaan disamping-Nya. Wallahualam bi showab.

Terimakasih, Wassalamualaikum.Wr.Wb

No comments:

Post a Comment